BUDAYA JAWA BARAT


Kebudayaan Jawa Barat - Alunan musik Sunda yang sayup terdengar saat mengunjungi salah satu sudut di Kota Bogor seolah begitu menghipnotis. Mendayu-dayu dan terasa melankolis. Meski begitu dekat dengan Ibu kota, kota peristirahatan sejak zaman Belanda itu masih tetap menunjukkan sentuhan khas budaya Jawa Barat. Bogor pun ternyata tak cuma deretan factory outlet dan koleksi makanan yang menjadi alasan banyak orang untuk selalu bertandang saban minggu.

Di salah satu sudutnya, di area Loji, juga bisa ditemui sebuah workshop tempat pembuatan wayang golek. Sekadar menyegarkan pikiran, wayang golek meruapakan salah satu budaya khas masyarakat sunda yang terbuat dari boneka kayu. Butuh waktu sekitar 3-4 hari untuk membuatnya, tergantung dari tingkat kerumitan ukiran dan detilnya. Pertunjukan wayang golek sendiri kian sulit ditemui. Padahal, pada perkembangannya pertunjukan wayang golek justru menjadi media untuk menyebarkan agama islam.

Ada banyak pesan moral yang dituturkan oleh sang dalang selama pertunjukan. Kini, seni wayang golek lebih banyak dimanfaatkan sebagai suvenir khas dari Jawa Barat dengan peminat mancanegara yang tak sedikit. siapa yang menyangka, dari sebuah rumah yang tak seberapa besar, sejumlah wayang golek diekspor ke berbagai negara di eropa dan Asia, seperti Belanda, Perancis, Jerman, India, Jepang, dan lain-lain.

Selain di Jawa Barat, seni wayang golek ternyata juga bisa ditemui dalam budaya Betawi akan tetapi, bukan kisah-kisah Ramayana atau Mahabharata yang dituturkan dalam pertunjukannya, melainkan kisah dari legenda-legenda asli Betawi. Sebut saja Si Jampang, Si Pitung, atau si Manis jembatan ancol yang telah dikenal oleh masyarakat Jakarta. meski seni pertunjukan ini kiat tergusur dari hidup keseharian masyarakat, banyak dalang dan perajin seni wayang golek yang terus bertahan.

Di tengah arus modernisasi dan keterbatasan modal, selalu ada celah untuk terus meniupkan jiwa. Dengan semangat ini, diharapkan pertunjukan wayang golek dan dunia seninya tak akan menjadi sekadar legenda yang diceritakan pada buah hati menjelang tidur, dengan diawali kata-kata “Dahulu kala